Showing posts with label Motor. Show all posts
Showing posts with label Motor. Show all posts

Tuesday, May 25, 2010

Sejarah SPBU dan SPBU Pertama di Dunia




Tempat pengisian bahan bakar bernama SPBU yang merupakan singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum sudah bukan menjadi tempat yang susah ditemui. Pasti kita semua tahu lokasi terdekat dari rumah, guna mengantisipasi kejadian mogok karena kehabisan bensin. Bagi orang Indonesia sudah tidak asing lagi menemui SPBU baik itu milik negara yaitu Pertamina maupun SPBU asing seperti Shell, Total, maupun Petronas punya malingshit , namun tahukah anda bagaimana sebenernya SPBU itu bisa tebrentuk hinggaa sampai sekarang . Berikut Sejarah SPBU dan SPBU pertama di dunia.


 

Lahirnya SPBU
Dimulai dari sebuah era dimana lalu-lintas di Amerika mulai banyak menggunakan kuda ataupun kereta kuda. Setelah ditemukannya minyak dan kendaraan berbahan bakar gasolin maka para pengendara mulai berburu tempat penjualan gasolin seperti toko serba ada ataupun toko besi yang menjual bahan bakar tersebut serta pelumas.
spbu lama
Pada tahun 1907, John McLean seorang manajer penjualan Standar Oil Co (California) di Seattle – kelak menjadi Chevron, mendapatkan ide cemerlang. Ia memasang tangki berkapasitas 30 galon lalu menyambungkannya dengan selang untuk mengalirkan gasolin serta diujung selang ia memasang gelas ukur untuk menakar jumlah gasolin yang akan dijual kepada pembeli.

Dengan dilengkapi atap dari kanvas, jalur kendaraan serta meteran untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang dijual maka jadilah sebuah SPBU pertama di dunia. Meskipun pada awalnya banyak mendapat perlawanan dari pemerintah lokal karena takut akan bahaya kebakaran namun masyarakat begitu terbuai dengan pelayanan SPBU ini.

Tahun 1914, Standard mengoperasikan 34 SPBU dan mereka menyebutnya pada waktu itu dengan istilah berada di 6 kota di California.

Dengan ditambahkannya fasilitas air bersih dan udara bagi ban kendaraan secara gratis maka berkembang menjadi stasiun layanan bahan bakar. Para pemilik kendaraan begitu tertarik mengunjungi SPBU jenis ini karena pemandangan dan model tamannya yang banyak diiikuti oleh seluruh SPBU milik Standard selama Perang Dunia I setelah Presiden Woodrow Wilson meminta warga Amerika untuk menjalankan gerakan taman rumah.

Rival Jarak Jauh
Periode pasca perang merupakan saat yang dramatis bagi pertumbuhan bisnis SPBU perusahaan ini. Akhir tahun 1919, Standard Oil Co (California) memiliki 218 SPBU yang tersebar di Washington, Oregon, California, Nevada serta Arizona yang jumlah ini adalah lebih banyak dari jumlah SPBU 3 perusahaan pesaingnya jika digabungkan.

Empat tahun kemudian jumlah SPBU milik perusahaan ini bertambah menjadi 700 unit yang tersebar di lima negara bagian tadi.

Dengan terus meningkatnya sistem jalan raya maka semakin mendorong para pemilik kendaraan untuk bepergian dengan jarak yang jauh. Oleh karenanya Standard menarik para pemilik kendaraan dengan menambahkan fasilitas kenyamanan di SPBUnya seperti ruang istirahat dan air minum dingin saat cuaca panas.

Fasilitas lainnya yang ditawarkan adalah pemeriksaan oli dan pembersihan karburator.


One-stop motoring
Standard memperkenalkan Standard Lubrication System yang terdiri dari 31 operasi terpisah dan belasan produk lainnya dengan harga sama di semua SPBU milik Standard pada awal 1928. Dengan terus ditambahkannya berbagai fasilitas layanan seperti pemeriksaan ban, lampu kendaraan, serta baterai kendaraan maka Standard telah mempelopori usaha layanan one stop motoring.

Layanan ini bersamaan dengan didirikannya Standard Stations Inc, sebuah anak perusahaan yang mengoperasikan seluruh fasilitas SPBU pada tahun 1931. Tanda SPBU ini berupa lampu neon berwarna merah, putih dan biru membentuk logo chevron (tanda kepangkatan).

Saat Amerika memasuki depresi ekonomi maka Standard mulai fokus pada peningkatan bisnis melalui standarisasi, tampilan menarik dan mudah dikenali, kualitas produk, layanan superior dan beroperasi secara efisien.


Tampilan Harmoni
SPBU milik Standard Oil Co. of California didesain untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya Standard membangun sebuah SPBU dengan type outdoor untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pegunungan dan alam pedesaan di Amerika Serikat bagian barat.

Setelah Perang Dunia II, perusahaan meluncurkan Program SPBU Chevron di fasilitas yang dioperasikan oleh dealer swasta. Program ini bertujuan untuk memperkuat pengenalan konsumen atas BBM dan brand Chevron. Upaya pemasaran yang dilakukan Standard terus tumbuh pada akhir 1940an saat anak perusahaan ini mengoperasikan 2.360 SPBU Calso (California Standard Oil) di Timur Laut AS. Sepuluh tahun kemudian perusahaan ini mengubah brand SPBU Calso menjadi Chevron.

Pertumbuhan jaringan SPBU terus meningkat pada tahun 1961 saat Standard of Kentucky menjadi anggota keluarga Standard Oil Company of California. Dengan jumlah SPBU mencapai 8.500 unit, Standard of Kentucky terus memimpin persaingan dalam bisnis produk BBM di lima negara bagian yaitu Kentucky, Georgia, Florida, Alabama dan Mississippi.


Logo Kesuksesan
Tahun 1969, 2 tahun setelah dilakukan studi identitas korporat, Standard membuat logo baru berupa dua garis tebal berwarna biru dan merah sejajar menyerupai huruf V dengan kata Chevron diatasnya. Logo ini disebar di seluruh SPBU, pabrik pengepakan, kendaraan, kantor maupun kapal tempat dimana perusahaan ini melakukan usahanya yang mencerminkan tujuan terbaik yang dicapai di masa lalu, kualitas esensial perusahaan, serta menjadi perusahaan energi global di masa depan.



Menggabungkan citra
Tahun 1970an, Standard Oil Co of California memperkenalkan jenis SPBU Hallmark dan Suburban. Desain SPBU Hallmark bercirikan atap yang rata dan bersih dengan garis-garis kontemporer sedangkan SPBU Suburban atapnya mirip dengan bangunan perumahan penduduk.

Dimanapun Standard beroperasi maka yang terbayang adalah perusahaan yang memberikan citra modern, berorientasi teknis, dan berskala internasional. Keseragaman arsitektur, tata letak, logo perusahaan dan warna memudahkan pemilik kendaraan mengenali SPBU Chevron dan kualitas bahan bakar yang dijualnya.

Saat Chevron merger dengan Gulf Corporation maka 3.600 unit SPBU milik Gulf mengadopsi brand Chevron yang bernama ”Hallmark 21”. Saat yang sama ada sejumlah kecil SPBU Gulf yang tetap memakai brand lama untuk mempertahankan konsumennya.


Waktu berganti, meningkatkan standar
Tahun 1988, Chevron meluncurkan program pemasarn retail yang bernama “Commitment to Service Excellence” guna meningkatkan layanan konsumen.

Tujuan utama program ini adalah agar dealer Chevron menawarkan produk kualitas tinggi dengan harga yang bersaing, memenuhi waktu operasi, menawarkan sejumlah cara pembayaran, keamanan, akses mudah menuju SPBU, kemudahan mengoperasikan pompa gasolin, kebersihan, SPBU yang menarik serta terang dengan cahaya lampu, juga layanan yang prima.

Untuk mempercepat transaksi di SPBU, Chevron menjadi perusahaan pertama dalam industi ini yang menggunakan jaringan satelit dalam mengelola kartu kredit. Sistem ini dikenal dengan nama Fast Pay yang terdiri dari alat pembaca kartu kredit yang dirancang bergabung dengan pompa gasolin serta dihubungkan dengan satelit yang mengorbit diatas kepulauan Galapagos.

Dengan terus berkembangnya inovasi di SPBU maka Chevron telah jauh berkembang dari konsep SPBU awal yang dibangun di Seattle 9 dekade lalu yang belum sepenuhnya memuaskan konsumen.

Apa yang akan dikatakan oleh sang penemu SPBU bernama John McLean jika ia berjalan diantara SPBU Chevron hari ini? Mungkin ia akan berkata, “Isilah kendaraan Anda dengan bahan bakar dari Chevron yang menggunakan Techron (Technology Chevron).” 


sumber

Sejarah SPBU dan SPBU Pertama di Dunia




Tempat pengisian bahan bakar bernama SPBU yang merupakan singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum sudah bukan menjadi tempat yang susah ditemui. Pasti kita semua tahu lokasi terdekat dari rumah, guna mengantisipasi kejadian mogok karena kehabisan bensin. Bagi orang Indonesia sudah tidak asing lagi menemui SPBU baik itu milik negara yaitu Pertamina maupun SPBU asing seperti Shell, Total, maupun Petronas punya malingshit , namun tahukah anda bagaimana sebenernya SPBU itu bisa tebrentuk hinggaa sampai sekarang . Berikut Sejarah SPBU dan SPBU pertama di dunia.


 

Lahirnya SPBU
Dimulai dari sebuah era dimana lalu-lintas di Amerika mulai banyak menggunakan kuda ataupun kereta kuda. Setelah ditemukannya minyak dan kendaraan berbahan bakar gasolin maka para pengendara mulai berburu tempat penjualan gasolin seperti toko serba ada ataupun toko besi yang menjual bahan bakar tersebut serta pelumas.
spbu lama
Pada tahun 1907, John McLean seorang manajer penjualan Standar Oil Co (California) di Seattle – kelak menjadi Chevron, mendapatkan ide cemerlang. Ia memasang tangki berkapasitas 30 galon lalu menyambungkannya dengan selang untuk mengalirkan gasolin serta diujung selang ia memasang gelas ukur untuk menakar jumlah gasolin yang akan dijual kepada pembeli.

Dengan dilengkapi atap dari kanvas, jalur kendaraan serta meteran untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang dijual maka jadilah sebuah SPBU pertama di dunia. Meskipun pada awalnya banyak mendapat perlawanan dari pemerintah lokal karena takut akan bahaya kebakaran namun masyarakat begitu terbuai dengan pelayanan SPBU ini.

Tahun 1914, Standard mengoperasikan 34 SPBU dan mereka menyebutnya pada waktu itu dengan istilah berada di 6 kota di California.

Dengan ditambahkannya fasilitas air bersih dan udara bagi ban kendaraan secara gratis maka berkembang menjadi stasiun layanan bahan bakar. Para pemilik kendaraan begitu tertarik mengunjungi SPBU jenis ini karena pemandangan dan model tamannya yang banyak diiikuti oleh seluruh SPBU milik Standard selama Perang Dunia I setelah Presiden Woodrow Wilson meminta warga Amerika untuk menjalankan gerakan taman rumah.

Rival Jarak Jauh
Periode pasca perang merupakan saat yang dramatis bagi pertumbuhan bisnis SPBU perusahaan ini. Akhir tahun 1919, Standard Oil Co (California) memiliki 218 SPBU yang tersebar di Washington, Oregon, California, Nevada serta Arizona yang jumlah ini adalah lebih banyak dari jumlah SPBU 3 perusahaan pesaingnya jika digabungkan.

Empat tahun kemudian jumlah SPBU milik perusahaan ini bertambah menjadi 700 unit yang tersebar di lima negara bagian tadi.

Dengan terus meningkatnya sistem jalan raya maka semakin mendorong para pemilik kendaraan untuk bepergian dengan jarak yang jauh. Oleh karenanya Standard menarik para pemilik kendaraan dengan menambahkan fasilitas kenyamanan di SPBUnya seperti ruang istirahat dan air minum dingin saat cuaca panas.

Fasilitas lainnya yang ditawarkan adalah pemeriksaan oli dan pembersihan karburator.


One-stop motoring
Standard memperkenalkan Standard Lubrication System yang terdiri dari 31 operasi terpisah dan belasan produk lainnya dengan harga sama di semua SPBU milik Standard pada awal 1928. Dengan terus ditambahkannya berbagai fasilitas layanan seperti pemeriksaan ban, lampu kendaraan, serta baterai kendaraan maka Standard telah mempelopori usaha layanan one stop motoring.

Layanan ini bersamaan dengan didirikannya Standard Stations Inc, sebuah anak perusahaan yang mengoperasikan seluruh fasilitas SPBU pada tahun 1931. Tanda SPBU ini berupa lampu neon berwarna merah, putih dan biru membentuk logo chevron (tanda kepangkatan).

Saat Amerika memasuki depresi ekonomi maka Standard mulai fokus pada peningkatan bisnis melalui standarisasi, tampilan menarik dan mudah dikenali, kualitas produk, layanan superior dan beroperasi secara efisien.


Tampilan Harmoni
SPBU milik Standard Oil Co. of California didesain untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya Standard membangun sebuah SPBU dengan type outdoor untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pegunungan dan alam pedesaan di Amerika Serikat bagian barat.

Setelah Perang Dunia II, perusahaan meluncurkan Program SPBU Chevron di fasilitas yang dioperasikan oleh dealer swasta. Program ini bertujuan untuk memperkuat pengenalan konsumen atas BBM dan brand Chevron. Upaya pemasaran yang dilakukan Standard terus tumbuh pada akhir 1940an saat anak perusahaan ini mengoperasikan 2.360 SPBU Calso (California Standard Oil) di Timur Laut AS. Sepuluh tahun kemudian perusahaan ini mengubah brand SPBU Calso menjadi Chevron.

Pertumbuhan jaringan SPBU terus meningkat pada tahun 1961 saat Standard of Kentucky menjadi anggota keluarga Standard Oil Company of California. Dengan jumlah SPBU mencapai 8.500 unit, Standard of Kentucky terus memimpin persaingan dalam bisnis produk BBM di lima negara bagian yaitu Kentucky, Georgia, Florida, Alabama dan Mississippi.


Logo Kesuksesan
Tahun 1969, 2 tahun setelah dilakukan studi identitas korporat, Standard membuat logo baru berupa dua garis tebal berwarna biru dan merah sejajar menyerupai huruf V dengan kata Chevron diatasnya. Logo ini disebar di seluruh SPBU, pabrik pengepakan, kendaraan, kantor maupun kapal tempat dimana perusahaan ini melakukan usahanya yang mencerminkan tujuan terbaik yang dicapai di masa lalu, kualitas esensial perusahaan, serta menjadi perusahaan energi global di masa depan.



Menggabungkan citra
Tahun 1970an, Standard Oil Co of California memperkenalkan jenis SPBU Hallmark dan Suburban. Desain SPBU Hallmark bercirikan atap yang rata dan bersih dengan garis-garis kontemporer sedangkan SPBU Suburban atapnya mirip dengan bangunan perumahan penduduk.

Dimanapun Standard beroperasi maka yang terbayang adalah perusahaan yang memberikan citra modern, berorientasi teknis, dan berskala internasional. Keseragaman arsitektur, tata letak, logo perusahaan dan warna memudahkan pemilik kendaraan mengenali SPBU Chevron dan kualitas bahan bakar yang dijualnya.

Saat Chevron merger dengan Gulf Corporation maka 3.600 unit SPBU milik Gulf mengadopsi brand Chevron yang bernama ”Hallmark 21”. Saat yang sama ada sejumlah kecil SPBU Gulf yang tetap memakai brand lama untuk mempertahankan konsumennya.


Waktu berganti, meningkatkan standar
Tahun 1988, Chevron meluncurkan program pemasarn retail yang bernama “Commitment to Service Excellence” guna meningkatkan layanan konsumen.

Tujuan utama program ini adalah agar dealer Chevron menawarkan produk kualitas tinggi dengan harga yang bersaing, memenuhi waktu operasi, menawarkan sejumlah cara pembayaran, keamanan, akses mudah menuju SPBU, kemudahan mengoperasikan pompa gasolin, kebersihan, SPBU yang menarik serta terang dengan cahaya lampu, juga layanan yang prima.

Untuk mempercepat transaksi di SPBU, Chevron menjadi perusahaan pertama dalam industi ini yang menggunakan jaringan satelit dalam mengelola kartu kredit. Sistem ini dikenal dengan nama Fast Pay yang terdiri dari alat pembaca kartu kredit yang dirancang bergabung dengan pompa gasolin serta dihubungkan dengan satelit yang mengorbit diatas kepulauan Galapagos.

Dengan terus berkembangnya inovasi di SPBU maka Chevron telah jauh berkembang dari konsep SPBU awal yang dibangun di Seattle 9 dekade lalu yang belum sepenuhnya memuaskan konsumen.

Apa yang akan dikatakan oleh sang penemu SPBU bernama John McLean jika ia berjalan diantara SPBU Chevron hari ini? Mungkin ia akan berkata, “Isilah kendaraan Anda dengan bahan bakar dari Chevron yang menggunakan Techron (Technology Chevron).” 


sumber

Sambut MotoGP Le Mans Yamaha Perancis Buat Replika

Untuk menyambut gelaran MotoGP di sirkuit Le Mans Perancis yang akan digelar 23 Mei mendatang pihak Yamaha Perancis rupanya telah menyiapkan senjata khusus. Mereka membangun 4 replika tunggangan pembalap tim Yamaha seperti milik Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dari tim Fiat Yamaha dan tim Monster Tech3 dengan pembalapnya Colin Edwards dan Ben Spies. Motor replika tersebut merupakan Yamaha R1 yang didesain ulang tampilan luarnya tanpa mengubah bagian mesin.

Tampilan motor-motor replika ini sangat memikat dengan dibalur cat dan desain yang menyerupai aslinya sehingga sangat sulit untuk membedakan asli maupun replika. Detail komponen yang ada didalamnya pun sangat menyerupai aslinya, alhasil setiap orang yang menunggangi motor ini akan merasakan layaknya pembalap. Motor Replika ini dibanderol 16,990 Euro atau setara Rp 191 juta.

Perubahan lain yang terdapat dalam diri R1 replika ini adalah dudukan tuas rem dan kopling khusus balap yang berlabel YEC dan cover jok yang sesuai dengan warna kebesaran tim. Selain itu bagi pembeli motor replika ini mendapatkan keuntungan ganda. Pembeli akan mendapat helm replika yang ditandatangani oleh sang rider, tidak hanya itu kemeja resmi tim Yamaha juga akan menjadi milik pembeli.

Pembeli juga mendapatkan 2 kartu pass untuk melihat langsung di paddock saat race MotoGP di Le Manz berlangsung. Tidak hanya itu pembeli juga mendapat kesempatan untuk menjajal langsung motor balap milik pabrikan berlambang garputala yang dipandu oleh instruktur dari Yamaha Team. Terakhir pembeli akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti keaslian motor ini adalah rancangan Yamaha Perancis.

Deus Buat Bonneville Tampil Lebih Agresif


Tampilan standar motor bergaya Cafe Racer Thriumph Bonneville terkadang tidak cukup memuaskan sang empunya. Berbagai cara dilakukan untuk mengubah tampang standar Bonneville agar tampak lebih yahud. Seperti yang dilakukan sebuah rumah modifikasi Bernama Deus Ex Machina (Deus) yang berbasis di Champerdown, Sydney. Mereka mengubah tampang Bonneville menjadi lebih sporty dipadu warna yang membuat motor ini tampak eyecatchy, semua digarap di markas mereka yang disebut Deus Temple of Enthusiasm.

Deus memberikan sedikit resep untuk mengubah tampilan agar Bonneville tampil lebih mantap dan terlihat agresif. Bonnie (sebutan Bonneville_red) harus dibuat lebih pendek 2 inci dan 2,5 inci lebih panjang dari aslinya sementara rangka bagian belakang dipangkas 4 inci sehingga buntut menjadi lebih pendek. Dengan model seperti ini Bonneville tampil lebih agresif dan menimbulkan kesan motor berkecepatan tinggi.

Khusus untuk motor garapannya Deus menyebutkan bagian Bonneville yang mengalami modifikasi. Bagian tangki Deus mengadopsi tangki Kawasaki W650 yang dilengkapi fuel injection unit didalamnya dan jok single seater yang digarap sendiri oleh Deus. Selain itu pengadopsian shock 41mm clip-ons yang khusus dibuat oleh spesialis pembuat setang Tingate dan Triumph Trophy 955 asal Australia. Motor menjadi tampak lebih bersih dan enak dipandang setelah semua kabel-kabel dibuat tersembunyi.

Warna standar Bonneville digusur dan pengerjaan cat dikerjakan oleh Dutchy. Didominasi warna merah tua yang dipadu kuning oranye dan sedikit gambar bendera Jerman (hitam, merah,kuning) disisi buritan membuat motor ini enak dipandang. Perubahan lainnya terdapat pada lampu bulat 7 inci dengan braket yang dibuat sendiri oleh Deus, tidak hanya itu spion, setang dibuat sendiri. pada bagian roda, Deus menggunakan ban Firestone ukuran 4.00x19 di depan sementara 4.50x18 dibelakang. Sementara bagian knalpot Deus Mengadopsi HPC di kepala knalpot standar dan di beri pemoles agar terlihat lebih cantik.

Sambut MotoGP Le Mans Yamaha Perancis Buat Replika

Untuk menyambut gelaran MotoGP di sirkuit Le Mans Perancis yang akan digelar 23 Mei mendatang pihak Yamaha Perancis rupanya telah menyiapkan senjata khusus. Mereka membangun 4 replika tunggangan pembalap tim Yamaha seperti milik Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dari tim Fiat Yamaha dan tim Monster Tech3 dengan pembalapnya Colin Edwards dan Ben Spies. Motor replika tersebut merupakan Yamaha R1 yang didesain ulang tampilan luarnya tanpa mengubah bagian mesin.

Tampilan motor-motor replika ini sangat memikat dengan dibalur cat dan desain yang menyerupai aslinya sehingga sangat sulit untuk membedakan asli maupun replika. Detail komponen yang ada didalamnya pun sangat menyerupai aslinya, alhasil setiap orang yang menunggangi motor ini akan merasakan layaknya pembalap. Motor Replika ini dibanderol 16,990 Euro atau setara Rp 191 juta.

Perubahan lain yang terdapat dalam diri R1 replika ini adalah dudukan tuas rem dan kopling khusus balap yang berlabel YEC dan cover jok yang sesuai dengan warna kebesaran tim. Selain itu bagi pembeli motor replika ini mendapatkan keuntungan ganda. Pembeli akan mendapat helm replika yang ditandatangani oleh sang rider, tidak hanya itu kemeja resmi tim Yamaha juga akan menjadi milik pembeli.

Pembeli juga mendapatkan 2 kartu pass untuk melihat langsung di paddock saat race MotoGP di Le Manz berlangsung. Tidak hanya itu pembeli juga mendapat kesempatan untuk menjajal langsung motor balap milik pabrikan berlambang garputala yang dipandu oleh instruktur dari Yamaha Team. Terakhir pembeli akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti keaslian motor ini adalah rancangan Yamaha Perancis.

Deus Buat Bonneville Tampil Lebih Agresif


Tampilan standar motor bergaya Cafe Racer Thriumph Bonneville terkadang tidak cukup memuaskan sang empunya. Berbagai cara dilakukan untuk mengubah tampang standar Bonneville agar tampak lebih yahud. Seperti yang dilakukan sebuah rumah modifikasi Bernama Deus Ex Machina (Deus) yang berbasis di Champerdown, Sydney. Mereka mengubah tampang Bonneville menjadi lebih sporty dipadu warna yang membuat motor ini tampak eyecatchy, semua digarap di markas mereka yang disebut Deus Temple of Enthusiasm.

Deus memberikan sedikit resep untuk mengubah tampilan agar Bonneville tampil lebih mantap dan terlihat agresif. Bonnie (sebutan Bonneville_red) harus dibuat lebih pendek 2 inci dan 2,5 inci lebih panjang dari aslinya sementara rangka bagian belakang dipangkas 4 inci sehingga buntut menjadi lebih pendek. Dengan model seperti ini Bonneville tampil lebih agresif dan menimbulkan kesan motor berkecepatan tinggi.

Khusus untuk motor garapannya Deus menyebutkan bagian Bonneville yang mengalami modifikasi. Bagian tangki Deus mengadopsi tangki Kawasaki W650 yang dilengkapi fuel injection unit didalamnya dan jok single seater yang digarap sendiri oleh Deus. Selain itu pengadopsian shock 41mm clip-ons yang khusus dibuat oleh spesialis pembuat setang Tingate dan Triumph Trophy 955 asal Australia. Motor menjadi tampak lebih bersih dan enak dipandang setelah semua kabel-kabel dibuat tersembunyi.

Warna standar Bonneville digusur dan pengerjaan cat dikerjakan oleh Dutchy. Didominasi warna merah tua yang dipadu kuning oranye dan sedikit gambar bendera Jerman (hitam, merah,kuning) disisi buritan membuat motor ini enak dipandang. Perubahan lainnya terdapat pada lampu bulat 7 inci dengan braket yang dibuat sendiri oleh Deus, tidak hanya itu spion, setang dibuat sendiri. pada bagian roda, Deus menggunakan ban Firestone ukuran 4.00x19 di depan sementara 4.50x18 dibelakang. Sementara bagian knalpot Deus Mengadopsi HPC di kepala knalpot standar dan di beri pemoles agar terlihat lebih cantik.

Saturday, May 22, 2010

Konsep Motor Masa Depan

Kalau Anda pernah membayangkan seperti apa sepeda motor di masa depan lihat saja desain-desain motor ini. Beberapa memang sudah dibuat, tapi belum praktis untuk masuk jalur produksi massal. Beberapa lagi mungkin baru hanya merupakan desain kreatif saja.


Mach Ness

  Pabrikan motor Arlen Ness menciptakan monster metal ini dengan ditenagai oleh sebuah mesin gas-turbine helikopter. Lapisan luar dari alumunium dengan rivet-rivet besarnya yg mencolok mata membuatnya sangat unik yang tidak akan didapatkan dari fiber carbon dan plastik. Bodinya dibentuk seluruhnya dengan tangan, ini yang bikin motor sangar ini sulit masuk jalur produksi massal.



Icare Bike Concept



Kalau merujuk pada desain untuk motor Batman, mungkin inilah yang paling mendekati. Icare tidak hanya suatu konsep yang super keren, tapi juga sebuh desain nyata yang bisa dibuat. Ditenagai oleh mesin Honda 6 silinder berkapasitas 1,8 liter dengan dua exhauts. Saat ini masih belum bisa dipastikan akan diproduksi massal atau tidak.


Swordfish Motorcycle Concept



Kalo pernah membayangkan motor masa depan seperti apa, mungkin tidak ada yang semanis motor ini. Konsep Swordfish Motorcycle dari Alexander Kotlyarevsky ini menunjukkan desain futuristis yang agresif dengan roda hubless-nya. Secara keseluruhan terlihat sangat menarik, kombinasi lekuk-lekuk bodi dan sudut-sudut tajam yang sesuai dengan namanya.




Halbo Future Duo-Wheel BMW



Kalo Anda mencari motor kencang dan yang berukuran kecil serta memanjakan keselamatan Anda, ini mungkin yang Anda cari. Desainer Pierre Yohannes mendesain Halbo untuk orang-orang yang peduli lingkungan yang menginginkan sesuatu yang kompak dan bertenaga listrik. Roda depannya stasioner dan buntut di belakangnya yang berbelok. Jadi seperti mengendarai sebuah motorboat.


Jaguar M-Cycle



Namanya sebenarnya tidak menunjukkan segi kecepatannya. Ini lebih ke arti yang sebenarnya. Konsep Jaguar oleh M-Cycles ini terinspirasi dari bentuk logo dari pabrikan Jaguar. Panjangnya hampir 2,5 meter dengan fitur fiberglass pernis ebony diatas besi bajanya.



Scarab Motorcycle



Namanya seperti kendaraan di gurun pasir, kenyataannya ini didesain untuk situasi perkotaan. Motor ini bisa beradaptasi dengan berdiri saat diparkir untuk mengantisipasi lahan parkir kota yang semakin sempit. Faktanya Anda dan 3 teman Anda dapat menggunakannya dan hanya memakan space untuk sebuah mobil saja. Designer David Miguel Moreira Gonçalves memimpikan Scarab untuk digunakan sebagai kendaraan sewa sebagai solusi transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan.


Dodge Tomahawk Motorcycle



The Dodge Tomahawk Motorcycle mungkin satu-satunya motor di daftar ini yang secara teknis sesungguhnya bukan sebuah sepeda motor. Berbasis motor Viper V-10, kendaraan ini punya mesin bertenaga 500 HP dan 4 roda. Menurut the National Highway Traffic and Safety Administration, apapun yang punya lebih dari 3 roda tidak bisa dikategorikan sebagai sebuah sepeda motor. Ini membuatnya juga sulit untuk diproduksi massal. Sayang memang, padahal monster yang satu ini hanyalah sebuah mesin dengan beberapa roda yang menyediakan tenaga besar di antara kedua kaki kita.


ENERGYA Motorcycle



Kalau yang satu ini masih dikategorikan sebagai sepeda motor tulen. Dengan dua roda di depan dan dua buah joknya membuatnya mirip mobil balap, tapi cuma punya sebuah roda belakang. Desainer Higgins-Aube membernya nama "motomobile", hasil kawin silang mobil dan sepeda motor.


Ferrari V4 Motorcycle Concept



Kalo Ferrari bikin motor, bisa dibayangkan kalo acuannya adalah mobilnya. Desainer Amir Glinik menciptakan motor ini dengan lekuk bodi dan sudut dari roh mobil Ferrari, yang mengkombinasikan estetika dan performance. Konsep Ferrari V4 ini mengadaptasi kontrol jet tempur F-16 dan tombol-tombol dari mobil Formula-1.




nUCLEUS Motorcycle Concept



nUCLEUS membuang jauh-jauh apapun dalam pikiran Anda mengenai sosok sebuah motor konsep. Jujur saja, tidak seperti desain konsep motor yang lain, NONOBJECT mendesainnya berbeda sendiri dari inspirasi motor konsep lainnya. Saat tidak digunakan motor ini seperti sebuah kotak yang aneh, tapi saat dikendarai roda-rodanya akan memanjang dan muncul joknya untuk memamerkan kegunaannya.


Magic Tricycle



The Magic Tricycle kedengarannya seperti sebuah mainan anak-anak, tapi kenyataannya adalah sebuah sepeda motor transformer yang ajaib. Saat Anda pengen berada di dalam mobil, motor ini akan merebah ke samping dan menggunakan 3 rodanya dan berfungsi layaknya mobil. Tapi saat Anda pengen ngebut, motor ini akan berdiri dengan roda ketiganya berada di atas, yang diharapkan membantu keseimbangannya.




Speed Racer Alien Motorcycle



Motor ciptaan desainer Dan Bailey ini seperti sesuatu yang muncul di film-film aliens. Berbasis Kawasaki Ninja, motor ini sangat solid, tapi didesain dengan sedikit mengejutkan sekaligus manis. Tidak ada pernyataan apakah motor ini akan diproduksi apa tidak.


2015 Honda CB750 Concept



Motor ini keliatannya seperti pernah dimajinasikan dalam video-video game tahun 90-an. Frame dari carbon fiber, alumunium, dan titanium membuat Honda CB750 2015 ini sanggup membawa beban pengendaranya yang berat. Ditenagai oleh mesin hidrogen cair 4 silinder dan memiliki fitur on boar computers yang dikendalikan sebuah OLEDtouceh screen. Teknologi radarnya membuat motor ini akan melambat saat akan terjadi benturan. Tentu saja fitur ini bisa dinon-aktifkan kalo Anda tidak menyukainya.